kamisjitu
LIVEKamis bisa menjadi titik cek untuk melihat sisa pekan dengan lebih jernih, bukan alasan untuk memaksa semua tugas masuk ke hari yang sama. Manajemen waktu mencakup pengendalian kegiatan yang sudah direncanakan sambil mempertimbangkan kemungkinan yang muncul; bagian pentingnya ialah memilah mana yang perlu didahulukan dan mana yang dapat dikerjakan kemudian [1].
Pilah tugas berdasarkan kebutuhan, bukan urutan daftar
Mulailah dengan memeriksa setiap tugas: apa yang harus selesai, kapan tenggatnya, dan apa yang masih perlu dikerjakan. Dari sana, kelompokkan tugas ke tiga pilihan: dituntaskan sebelum pekan kerja berakhir, dijadwalkan ulang, atau diberi ruang untuk perubahan.
Tuntaskan yang memang perlu selesai
Prioritaskan tugas yang tenggatnya jatuh sebelum pekan berakhir atau yang menjadi prasyarat bagi pekerjaan lain. Cek juga apakah sisa pekerjaannya cukup jelas untuk ditangani dalam waktu yang tersedia. Jika belum, tentukan langkah paling penting yang bisa diselesaikan lebih dahulu, alih-alih sekadar memindahkan seluruh daftar ke jadwal Kamis.
Jadwalkan ulang dengan tujuan yang jelas
Tugas yang masih bisa menunggu boleh dipindahkan, tetapi tentukan kapan akan diperiksa atau dikerjakan kembali. Menulis "nanti" hanya mengubah tempat tugas itu tercatat; memilih slot baru membuat keputusan penjadwalan lebih jelas. Jika waktu barunya belum pasti, catat hal yang perlu diperiksa sebelum menetapkannya.
Sisakan ruang untuk perubahan
Jangan memenuhi seluruh sisa pekan dengan pekerjaan yang sudah direncanakan. Sisakan ruang yang dapat dipakai bila ada perubahan atau tugas baru, tanpa menganggap perubahan pasti terjadi. Besarnya ruang itu dapat disesuaikan dengan keadaan dan komitmen yang sudah tercatat.
Uji kembali susunan sisa pekan
Setelah memilah, bandingkan tugas yang ingin dituntaskan dengan waktu kerja yang masih tersedia. Bila daftar tetap terlalu padat, pilih kembali mana yang benar-benar perlu selesai lebih dulu dan mana yang lebih masuk akal dijadwalkan ulang. Pertimbangan ini sejalan dengan pengelolaan waktu yang menuntut pembedaan antara hal yang perlu diutamakan dan hal yang bisa dikerjakan pada waktu lain [1].
Ilustrasi hipotetis: jika sebuah laporan bertenggat Jumat masih memiliki dua bagian, sementara tugas lain tidak mendesak, Kamis dapat dipakai untuk menetapkan bagian laporan yang harus selesai lebih dahulu, memindahkan tugas yang bisa menunggu ke waktu tertentu, dan tidak mengisi seluruh waktu tersisa. Titik cek seperti ini bukan janji bahwa semua urusan akan beres; gunanya adalah membuat pilihan untuk sisa pekan terlihat dan disengaja.
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Manajemen waktu. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29851592&title=Manajemen_waktu (diakses 2026-10-04).